<<<<<| Kantor Desa Cibodas membuka pelayanan publik pada hari Senin s/d Jum'at pukul 08.00 - 15.00 wib  |  Sabtu pukul 09.00 - 12.00 |>>>>>

Visi  Desa Cibosa :Terselenggaranya Pemerintah Desa yang maju asfiratif serta terwujudnya kondisi masyarakat Desa Cibodas yang religius, cerdas, sejahtera, adil, harmonis, aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat

Misi Desa Cibodas : 1 > Menyusun Rencana Pembangunan desa disesuaikan dengan aspirasi yang berkembang rasional transparan serta berkeadilan berdasarkan priioritas. 2 > Meningkatkan Kualitas kehidupan beragama dalam mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa dengan memberdayakan fungsi dan peran lembaga - lembaga keagamaan. 3 > Pemberdayaan Kelembagaan dan masyarakat pemberdayaan wanita guna mendorong pembangunan dan kemajuan masyarakat.  4 > Meningkatkan kualitas sumber daya lembaga dan masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia.

 

NASIONALISEME, ISLAMISME DAN MARXISME

dudi wiwaha 16 September 2017 00:24:04 WIB

Sebagai Aria Bima-putra, yang lahirnya dalam zaman perjuangan maka INDONESIA - MUDA inilah melihat cahaya hari pertama-tama dalam zaman yang rakyat-rakyat Asia, lagi berada dalam perasaan tak senang dengan dengan nasibnya. Tak senang dengan nasib ekonominya, tak senang dengan nasib politiknya, tak senang dengan segala nasib yang lain-lainnya.

Zaman "senang dengan apa adanya", sudahlah lalu.

Zaman baru : zaman m u d a, sudahlah datang sebagai fajar yang terang cuaca.

zaman teori kaum kuno, yang mengatakan bahwa "siapa yang ada dibawah, harus terima-senang, yang ia anggap cukup harga duduk dalam perbendaharaan riwayat, yang barang kemas-kemasnya berguna untuk memelihara siapa yang lagi berdiri dalam hidup" kini sudahlah tak mendapat penganggapan lagi oleh rakyat-rakyat Asia itu. Pun makin lama makin tipislah kepercayaan rakyat-rakyat itu, bahwa rakyat-rakyat yang mempertuankannya itu, adalah sebagai "voogd" yang kelak kemudian hari akan "ontvoogden" mereka' makin lama makin tipislah kepercayaannya, bahwa rakyat-rakyat yang mempertuankannya itu ada sebagai "saudara-tua", yang dengan kemauan sendiri akan melepaskan mereka, bilamana mereka sudah "dewasa", "akil-balig", atau "masak".

Sebab titpisnya kepercayaan itu adalah bersendi pengetahuan , bersendi keyakinan, bahwa yang menyebabkan kolonialisme itu bukanlah keingingan pada kemasyhuran, bukan keinginan melihat dunia asing, bukan keinginan merdeka, dan bukan pula oleh karena negeri rakyat yang menjalankan kolonialisme itu ada terlampau sesak oleh banyaknya penduduk, sebagai yang telah diajarkan oleh Gustav Klemm, akan tetapi asalnya kolonialisme ialah teristimewa soal rezeki.

yang pertama-tama menyebabkan kolonialisasi ialah hampir selamanya kekurangan bekal hidup dlan tanah airnya sendiri, begitulah Dietrich Schafer berkata. Kekurangan rezeki, itulah yang menjadi sebab rakyat-rakyat Eropa mencari rezeki dinegeri lain! Itulah pula yang menjadi sebab rakyat-rakyat itu menjajah negeri-negeri, dimana mereka bisa mendapat rezeki itu. Itulah pula yang membikin "ontvoogding"nya negeri-negeri jajahan oleh negeri-negeri yang menjajahnya itu, sebagai suatu barang yang sukar dipercayainya. Orang tak akan gampang-gampang melepaskan bakkul nasinya, jika pelepasan bakul itu mendatangkan matinya!.........

Betitulah bertahun-tahun, berwindu-windu rakyat-rakyat Eropa itu mempertuankan negeri-negeri Asia. Berwindu-windu rezeki-rezeki Asia masuk kenegerinya. Teristimewa Eropa Baratlah yang bukan main tambah kekayaannya.

........... Bersambung..................

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Aparatur Desa

Kepala Desa Sekretaris Desa Kasi Pemerintahan Kasi Pelayanan Kasi Kesra Kaur Perencanaan Kaur Umum Kadus I Kadus IV Bendahara Desa

Peta Wilayah Desa

Sinergi Program

Kab Bandung Keuangan Desa
Detik news Prodeskel
DJP Online RKPD ONLINE

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlusYouTube

Lokasi Kantor Desa

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung